1. Kegagalan masa lalu hanya cara Tuhan supaya kamu jadi pribadi yang lebih baik di hari ini. Jangan bersedih!
Yakinlah, ada banyak cara Tuhan untuk membentukmu. Sudahi kesedihanmu.
Untuk apa meratapi kegagalan di masa lalu? Jika ia yang dulu adalah
jodohmu, pasti Tuhan menciptakan kemudahan untuk hubungan kalian. Tapi
jika tidak dan ternyata gagal, berbaik sangkalah. Tuhan mempertemukanmu
dan dia hanya untuk proses pendewasaan diri. Hidup ini dibentuk dari
banyak proses dan seringkali proses yang tak mengenakkan harus dilalui
untuk sebuah kebaikan.
"Terus berbaik sangkalah! Hal yang tak mengenakkan juga terjadi atas rencana Tuhan untuk kebaikanmu!"
2. Saat sadar bahwa ada kekurangan pada dirimu, jangan hanya berdiam! Perbaiki dan layakkan dirimu untuk dia di masa depan.
Akan ada jodoh yang sebanding denganmu Saat sadar ada kekurangan diri
yang harus diperbaiki, maka saat itu aku mulai berusaha untuk berubah.
Ya, berubah ke arah yang lebih baik. Jika gagal, kucoba lagi untuk
memperbaiki. Gagal, kucoba lagi. Agar sesuatu yang baik bisa menjadi
kebiasaan untuk hidupku.
3. Apapun itu, pasti diciptakan secara
adil. Kamu yang sedang memperbaiki dirimu, juga akan bertemu dia yang
juga berusaha melayakkan dirinya.
Tak ada yang salah dengan masa lalu. semua bisa diperbaiki.
Tak perlu menjadi yang teristimewa. Tak perlu menjadi yang
"paling-paling". Karena yang kubutuhkan hanyalah cukup menjadi layak
untuk bersanding dengan jodohku di masa depan. Itu saja.
Hei, kamu yang di sana! Tetap berusaha untuk saling melayakkan diri juga, ya?
4. Karena bukankah jodoh adalah cerminan diri? Tersenyumlah dan terus layakkan dirimu.
Tak perlu ragu dengan apa yang kamu usahakan, yakini dan aminilah bahwa kamu akan dipertemukan dengan yang baik.
Jodoh adalah cerminan diri. Bukankah begitu? Karena ia yang
menggenapimu pada dasarnya adalah dia yang seimbang, dia yang cocok, dan
bisa melengkapimu. Jika memang ada yang salah dari dirimu dan harus
diperbaiki, perbaiki dan layakkanlah. Supaya cermin yang akan datang
kepadamu adalah cermin yang baik. Cermin yang layak bagimu.
5.
Hingga saatnya kita akan saling menemukan dan menghargai karena
sama-sama berusaha menjadi yang terbaik dan saling mencintai. Akan ada kita yang tak pernah saling melepaskan
Hingga akhirnya, kita akan tiba di ujung penantian. Saat Tuhan
mempertemukan kita di waktu dan rencana-Nya. Ya, mempertemukan kamu dan
aku yang sudah sama-sama layak. Kita yang sudah berjuang untuk
memperbaiki diri dan pribadi kita, bahkan sejak kita belum bertemu.
Karena ada satu hal yang kita yakini dan amini. Bahwa Sang Pencipta yang
Maha Pengasih mempersiapkan jodoh yang baik saat kita memperbaiki diri.
Hingga akhirnya, diri ini bersyukur bisa bertemu dan memilikimu. Bisa
bersyukur, bisa bersanding denganmu hingga ujung usia. Hingga akhirnya,
diri ini bisa bersyukur menemukanmu yang bisa melengkapi sebagai
pasangan di semua rasa, sebagai saudara untuk mengingatkan, dan sebagai
sahabat untuk berbagi cerita.Ya, kamu jodohku yang sudah dipersiapkan
Tuhan.
"Tidak ada yang salah dengan masa lalu. Itu hanya cara Tuhan untuk melayakkan kita sebelum bertemu."